Rabu, 26 Oktober 2016

DUNIA RONGGA DAN ANNUNAKI


DUNIA RONGGA DAN ANNUNAKI
SEBUAH WAWANCARA EKSKLUSIF ANTON PARKS

Anton Parks, seorang penulis The Secret of The Dark Stars, (volume pertama The Girku Chronicles - penerbit Editions Nenki) Annunaki adalah bagian paling misterius dari planet masa lalu kita, mengungkapkan visinya tentang Dunia Rongga dan apa penyebab Bumi berongga, dan ia menarik beberapa kesimpulan di dalam teks Sumeria dan dalam 'mitos' peradaban kuno.

Wawancara ini masuk terlalu jauh ke kedalaman dan gua-gua Bumi di mana para makhluk aneh itu berada.

Sebuah wawancara oleh Karma One dari Majalah Top Secret - Hors Serie No. 1 - Musim Panas 2006
Terima kasih kepada Karma One yang telah mempersiapkan wawancara kita ini, Sebuah cara yang luar biasa untuk mengetahui tentang bagian Rongga Bumi dengan mengikuti jejak dan kemungkinan lain.

~Roth Saijquere, Direktur Penerbitan dan Editor Majalah Top Secret~

Anton Parks : Di dalam mitologi Mesopotamia, Abzu mewakili jurang air yang terletak di bawah kerak Bumi. Sungai raksasa ini mengairi tidak hanya Tigris, Eufrat tetapi juga semua perairan di Bumi. Ada banyak perbedaan mitos yang memperkuat konsepsi ini. Saya berpikir bahwa kita mungkin dapat berbicara tentang hal itu sedikit jauh.

Ada di dalam literatur Akkadian pada sebuah lorong eksplisit, Abzu sebagai tempat yang luar biasa di arah sebelah luar dunia manusia. Kita dapat menemukan bagian ini pada tablet 11 versi Niniveh tentang Epos Gilgamesh.

Dewa Ea (Enki), Lord Apsu (Abzu) memperingatkan pada Ut-Napishtim (Babel Nuh) tentang bencana yang telah diputuskan oleh Dewan Tinggi Dewa yang akan menutupi seluruh Bumi dan tidak akan ada yang selamat. Ea-Enki mengungkapkan kepada Ut-Napishtim tentang cara membuat perahu yang tidak dapat tenggelam yang akan memungkinan dia menavigasi laut dan melarikan diri dari banjir. Kemudian Master bawah tanah dunia merekomendasikan pada Ut-Naphishtim untuk memberitahu orang-orang yang menemukan dan menduga keberangkatannya. "Katakan kepada mereka" "Saya mengkuatirkan Enlil membenci saya. Saya tidak akan tinggal di kota anda lagi, saya tidak akan menginjakkan kaki di wilayah Enlil ini, tapi saya akn pergi ke Apsu untuk tinggal bersama Lord Ea" Saran aneh ini hanya bisa diterjemahkan dengan benar jika kita mempertimbangkan Apsu sebagai dunia bawah tanah di mana Ea-Enki berada dan Ut-Napishtim akan mencari perlindungan bersama kapalnya.

Ini tidak ditunjukkan pada tablet, tapi kita bisa dengan mudah membayangkan bahwa Lord Abyss menyarankan Ut-Napishtim tentang bagaimana untuk bergabung dengannya masuk ke bawah melalui salah satu tiang pintu masuk planet. Enki-Ea tidak akan pernah memberitahu Ut-Napishtim untuk menemukan dia di permukaan, sementara 'badai Diluvian menghancurkan Bumi selama 6 hari 7 malam' menurut teks Akkadian yang sama. Kekerasan banjir ini semua lebih jelas seperti yang lebih lanjut dikatakan bahwa 'Annunaki diangkat oleh 'obor' dari keilahian mereka yang terang benderang membakar Bumi..... para dewa takut oleh banjir, mereka mundur dengan naik ke langit Anu dengan shipnya. Obor di sini membahasakan kata ship dewa yang memungkinkan mereka untuk naik dan meninggalkan Bumi untuk bergabung dengan Dewa Anu di langit. ini juga berarti Dewa telah mengambil ilmu dari 'kerusakan' pada permukaan Bumi. Sementara itu, Enki-Ea yang bukan bagian dari perjalanan ini, diam-diam pergi ke Apsu bersama dengan keluarganya dan Ut-Napishtim.

Detail kecil ini mengatakan banyak tentang bagaimana Bumi terbagi antara para 'Dewa'. Tidak ada Annuna(ki) yang diijinkan untuk menginjakkan kaki di Enki Abzu, kalau tidak, mereka tidak akan diterbangkan untuk mencapai langit Anu, mereka hanya memiliki kendaraan yang bergerak di bawah tanah bersama dengan Lord Abyss.

Ketika kata Sumeria AB-ZU terurai, kita mendapatkan 'lubang pengetahuan' atau 'kemunduran pengetahuan' ?

Definisi tersebut adalah konsisten dengan fakta bahwa Enki-Ea dianggap terpisah, karena ia memiliki pengetahuan khusus dari ibunya, Nammu, yang merupakan Gina'abul besar (kadal - di Sumeria adalah nama keluarga milik Annunaki) seorang ahli genetika.

TOP SECRET (TS): Di dalam buku anda The Secret of The Dark Stars > penerbit Editions Nenki, sebuah kelas Annunaki tertentu tinggal di sana. Anda dapat menjelaskan secara singkat tentang Annunaki dan mengapa kasta ini terletak pada Dunia Rongga?

ANTON PARKS (AP): Pada awal Narnia saat saya berhubungan, itu bukan Anunna tapi ras yang berafiliasi dengan mereka yang disebut Sutum, biasanya digunakan untuk menempati dunia yang berongga. Sutum adalah kelas pekerja yang bekerja di bawah perintah dari kasta yang dominan, Usumgal (Naga Besar) yang merupakan tuan dari Konstelasi Beruang Besar atau Ursa Mayor. Abzu-Abba adalah raja Usumgal dan dia benar-benar tinggal di bawah tanah di Abzu. Raja yang berbeda ini memiliki semua Abzu dari koloni Gina'abul (catatan editor : nama generik dari ras reptil). Abzu adalah istilah yang biasa digunakan oleh Gina'abul untuk nama semua rongga planet.

Raja Abzu-Abba dieliminasi dan dirampas segala miliknya oleh Enki, putra Dewa An, karena ia telah menemukan alasan sebenarnya yang mendorong Usumgal untuk mengkloning prajurit Anunna. Setelah itu dan untuk menjaga rahasia jumlah kloning, sebagian besar klon Anunna di kedalaman semesta alam yang berongga.

Untuk beberapa alasan yang terlalu panjang untuk dijelaskan di sini, di dalam The Secret of The Dark Stars, perang meletus di dalam keluarga Gina'abul yang mengakibatkan kedatangan Anunna di tata surya kita.

Untuk mempermudah, kita dapat mengatakan bahwa setelah kedatangan mereka, Enki dan ibunya Nammu mewarisi Abzu (dunia bawah) dari Uras (Bumi).

Oleh karena itu, orang-orang yang menetap di Bumi Abzu berada di bawah tanggung jawab eksklusif Nammu dan anaknya. Saat itu di tempat tertentu Nammu dan Enki menciptakan manusia. Fakta-fakta yang sama jelas dilaporkan dalam berbagai mitologi. Teks Mesopotamia yang akurat bersaksi bahwa Enki dan ibunya, Nammu, adalah dua ahli genetika terkenal yang tinggal dan bekerja di Abzu.

Untuk menyelesaikan dengan Anunna dan Enki, Master Dunia Bawah, saya akan menambahkan, bahwa anak Nammu mendapatkan keuntungan dari posisi unik dan khusus di kerajaan Gina'abu-Anunna. Karena ibunya Mamitu-Nammu menikmati semacam pengetahuan yang tidak dimiliki Anunna. Enki memiliki hak khusus yang memungkinkan dia untuk menasehati Enlil Anunnaki, tapi juga untuk memimpin mereka sesekali. Di mata semua Anunna, Enki dianggap terpisah, ia menyimpan pengetahuan yang benar-benar tidak mereka ketahui. Justru pengetahuan tentang pendeta yang mendukung Lord Abyss. Situasi aneh ini memberikan Enki banyak hak istimewa, bahkan Enlil, Master yang tak dibutuhkan Anunnaki tidak memilikinya.

TS : Di Agama Katholik - terutama ketika kita melihat beberapa lukisan Jerome Bosch atau ilustrasi yang 'menakutkan', ilustrasi katekism dari awal abad 20 - buatan tradisional yang mengacu pada fakta bahwa neraka terletak di bawah tanah dan dihuni oleh makhluk demon/setan, reptilian dan yang memiliki keterhubungan dengan api. Dapatkah kita mengatakan bahwa tradisi-tradisi ini berasal dari pengetahuan dunia Sumeria ini?

AP : Abyss tersebut mengacu pada gagasan aneh, untuk sesuatu yang tak bisa ditembus dan semacam kengerian.

Tapi kami sering membuat amalgam antara bagian dalam Bumi (Rongga Bumi + Abzu) dan gua-gua yang terletak di bawah kerak Bumi atau di bawah pegunungan. Kemungkinan tampaknya ini tidak signifikan tapi masuk akal yang lengkap bila kita merujuk pada Semesta Gina'abul yang dapat ditemukan merupakan sebagian dari legenda Sumeria.

Abzu dari mitologi Mesopotamian umumnya adalah tempat yang cukup tenang, memang dihuni oleh makhluk ramah dengan beberapa bentuk, tapi mereka bekerja untuk kemanusiaan.

Di antara Nungal atau Igigi adalah entitas yang dikloning oleh Enki, kita dapat menemukan makhluk air yang disebut Abgal (dalam bahasa Akkadian : Apkallu), Imam Enku, Namlu'u (manusia primordial yang selamat) atau bahkan yang perempuan Amam'argi (dalam literatur bahasa adalah Cahaya ibu yang selamat). Semua orang-orang hidup dalam harmoni dan sempurna di dalam Bumi berongga yang dapat berasimiliasi dengan Surga Bumi. Dunia ini bertentangan dengan dunia gua di mana beberapa Annunaki yang selamat berlindung, karena seperti beberapa Kingu (Raja Gina'abul) dan juga Mimfnu (para Greys) yang dominan melayani kasta Gina'abul. Alam semesta ini sebenarnya adalah salah satu yang kita temukan dalam literatur Yahudi Kristen yang membangkitkan neraka bawah, dan dihuni oleh Naga dan Ular yang menakutkan dan mengancam.

TS : Hal ini juga disebutkan di dalam fakta buku anda bahwa semua planet, bahkan Bulan juga berlubang. Apakah itu sifat planet menjadi hampa?

AP : Saya bukan ilmuwan, spesialisasi saya tentang masa lalu manusia. Tapi memang, subyke pengetahuan saya dalam hal ini memungkinkan saya mengatakan dengan pasti bahwa semua planet berlubang dan sebagian besar mereka mampu mendukung kehidupan seperti yang kita alami di frekuensi dimensi ketiga kita ini. Kami telah membuat folder besar tentang subyek ini dalam website saya. Pada saat itu, Roch Saiiquere memiliki kebaikan ekstrim untuk mengotorisasi kami menggunakan fotografi megah dan menemukan ketika ia meneliti dan memeriksa arsip misi STS 75.

Sejak itu, foto tersebut dikenal di seluruh dunia, majalah anda didedikasikan sebagai folder indah tentang hal ini pada tahun 2002. Di luar mitos dalam jelasnya gambar NASA yang beredar di Internet, dan kenyataan ini tidak lagi dipertanyakan!

TS : Mari kita bicara tentang mitologi. Apakah kita menemukan referensi untuk Dunia berongga di Mesir, Tibet dan budaya Amerika Selatan atau itu hanya sebuah konsep terbatas pada budaya Sumeria?

AP : Referensi Dunia Berongga global kita dapat menemukan mereka di banyak mitos yang apriori yang tidak dilakukan satu sama lain.

Hopi Indian dari Arizona, Amerika Utara mengklain bahwa mereka telah diciptakan di dunia bawah oleh Roh Agung Masaw, Pencipta umat manusia dan gardian bawah. Masaw adalah 'penggandaan' Dewa Enki-Ea dari Sumeria.

Mawari dan Adima dari Afrika mengatakan bahwa orang Afrika pertama yang diciptakan di kedalaman Bumi. Mereka berkumpul di pusat Bumi ketika mereka memutuskan untuk menyebarkannya untuk bergabung di permukaan. Tetapi untuk mencapai tempat-tempat yang ditunjukkan untuk masing-masing dari mereka oleh para Dewa, mereka harus menyeberangi sebuah sungai besar dan mensucikan diri di perairan.

Di Amerika Tengah, Nahuas, keturunan Aztec, mengatakan bahwa para Master dari Bumi hidup di sebuah kerajaan bawah tanah yang mendukung dunia. Mereka menyebutnya tempat ini Tialocan. Tialocan adalah sebuah gua besar disusun oleh pegunungan, sungai dan di mana kita dapat menemukan di bagian Timurnya adalah tempat air, di mana semua perairan dunia bertemu. Justru di tempat ini di mana hidup Ibu Dewi (pada saat yang sama embrio dan makhluk beberapa dari semua yang membantu kelahiran). Visi ini sesuai dengan konsep Sumeria dari Abzu, tempat Enki-Ea yang menciptakan manusia bersama dengan ibunya, Nammu, yang juga dianggap sebagai Ibu Dewi - Mother Goddess.

Di Australia, suku Aborigin dari Arnhem Land mengklaim bahwa 'Semua Ibu' tiba di Utara benua dalam bentuk ular dan melahirkan seorang manusia Australia pertama. Setelah itu ia kembali ke rumahnya, di dalam Bumi.

Ada juga legenda ini yang diceritakan oleh Tabetu (Afrika) dari seorang pria yang menemukan dirinya tersesat di kedalaman gua dan berjalan untuk waktu yang sangat panjang di bawah tanah. Dia akhirnya menemukan satu lubang terbuka dan menyelamatkan diri. Dia kemudian berada di sebuah negara yang sama sekali tidak dikenalnya. Dia disambut hangat oleh penduduk asli dan semua wanita ingin menikah dengannya. Dia tinggal di sana tanpa mengetahui di mana keluarganya.

Di Irlandia, penduduk asli di dalam Bumi adalah Tuatha De Dannan. Mereka dibantu oleh Dew Dana untuk memusnahkan raksasa yang menduduki Irlandia.

Ada juga legenda rabbi yang mengatakan bahwa setelah dia diusir dari surga, Adam ingin kembali. Dia mulai mencari salah satu pintu di gunung dan akhirnya menemukan satu, tapi pintu itu kemudian tertutup.

Tema yang sama ini ditemukan di salah satu episode dari Gilgamesh, di mana pahlawan harus melewati gunung untuk mencapai dunia Dewa.

Seperti yang anda lihat, ada jumlah tak terhitung tentang mitos yang membicarakan tentang subyek ini. Ini harus ada cukup waktu untuk menulis beberapa volume!

TS : Beberapa penulis seperti Joscelyn Godwin (Arktos, Adventured Unlimited Press) telah membuat sintesis lain sebagai peneliti dunia di abad 19 di benua internal lebih dekat ke Inti Bumi. Kita bicara tentang benua Agartha dan kota Shamballa, yang terhubung ke Tibet. Apa di bawah penutupnya?



-bersambung-

diterjemahkan oleh Birru Sadhu
sumber : ebook The Hollow Worlds and the Annunaki - Anton Parks Interview