Jumat, 27 Mei 2016

ATS dari Bali Menyebar ke Jawa

ATS dari Bali Menyebar ke Jawa
27 Mei 2016 POS BALI
POS BALI/RAP

Tim Sukracarya saat melakukan penyembuhan gratis dengan metode ATS di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

DENPASAR, POS BALI – Metode penyembuhan Indonesia kuno, Aji Tapak Sesontengan (ATS), yang sempat terhapus jejaknya sekian ratus tahun kini kembali hadir untuk masyarakat. ATS kembali hadir untuk masyarakat Bali sejak 1,5 bulan lalu. Tak hanya disebarkan di Bali, bahkan kini ATS sudah disebarkan ke luar Bali khususnya di tanah Jawa oleh Tim Sukracarya yang dikoordinatori Master Jack Jero.

Selama satu minggu pengembarannya di tanah Jawa, 8-13 Mei 2016 lalu, Tim Sukracarya telah mengunjungi enam kota untuk menularkan ATS kepada masyarakat setempat. Tim saat ini dalam misi penyebaran ke seluruh masyarakat Nusantara. Enam kota di Jawa yang telah dijejaki yakni Jakarta,Yogyakarta, Purbalingga, Cirebon, Surabaya, dan Mojokerto. Tak hanya antusias mencoba pengobatan dengan metode ini, masyarakat juga tertarik menjadi praktisi ATS melalui inisiasi.

ATS pertama kali dibuka kepada masyarakat luas diawali kegiatan di Tohpati, Denpasar. Dalam penyebarannya, Jack Jero dibantu sejumlah Master dan praktisi Tim Sukracarya di antaranya Bakti Wiyasa, Dede Yasa, Jro Gede Balian, Jro Mangku Ngurah, Batarayani Virgiania, dll. Dari Denpasar selanjutnya menyebar ke Tabanan dan Gianyar. Lalu ke Pulau Jawa.

Master Jack Jero, mengatakan, hingga saat ini sudah ada 200 praktisi ATS yang dilahirkan melalui Tim Sukracarya. “Setelah sebulan diperkenalkan ke masyarakat luas saya dan Tim Sukracarya sudah melahirkan pengayah praktisi ATS hampir menyentuh angka 200, dan belasan master yang akan bahu-membahu dalam tugas penyebaran metode ‘sehat cepat tanpa obat’ ini,” katanya Rabu (24/5).

Beberapa orang Master/Kamituo yang berhasil dilahirkan selama penyebaran ATS di tanah Jawa diantaranya Isti Rudiretno, Birru Sadhu, Pedro Indharto, Dharma Gali Djawa, Poer Alltaf Ruzain, Teguh Purwanto, Pjm Orgonite Biotron, Akiong Budiman, dan Wawan Epu. “Para Kamituo akan membantu bagi yang ingin ikut berpartisipasi menjadi praktisi ATS melalui inisiasi. Begitu juga yang ingin mendapatkan pelayanan kesembuhan gratis, silahkan,” ujarnya.


Bakti Wiyasa, salah seorang anggota Tim Sukracarya, menjelaskan, Aji Tapak Sesontengan secara harfiah, aji berarti ilmu, tapak berarti jejak, dan sesontengan berarti ucapan dengan niat tulus dan jujur. ATS adalah jejak komukasi pangurip-urip leluhur Bali Kuno yang sangat efektif untuk mengembalikan eksisnya seluruh daya hidup elemen di tubuh menjadi sehat seperti semula. Dengan di-urip kembali, daya tiap elemenelemen seperti saraf, daging, darah, tulang, otot, kembali eksis seperti semula.

“Tekniknya dilakukan lewat getaran tepukan lembut saat masesontengan yang esensial dengan tepukan pada bagian badan yang sedang sakit menjadi segera sehat seperti semula atas kuasa Sang Hyang Urip,” jelasnya Bakti Wiyasa.

Ia menambahkan, ATS adalah pengetahuan metode peyembuhan masa Bayu Premana yang menggunakan daya, vibrasi, dan frekuensi tanpa menyakiti mahluk lainnya dalam meyembuhkan diri sendiri dan orang lain. Berbeda dengan Sato Premana yaitu penyembuhan dengan mengunakan binatang (minyak ikan, telor, dll) maupun Taru Premana dengan tumbuhan seperti dedaunan, akar, dll. Berbeda juga dengan Mirah Premana yang menggunakan berbagai bebatuan mineral seperti permata, giok, dan keris.

Dijelaskan Wiyasa, ATS sangat ektif dan mudah dikuasai setiap orang, tanpa pantangan, tanpa mantra, tanpa meditasi, sangat sederhana. Metode ini akan sangat cepat meringankan bahkan menuntaskan gangguan-gangguan kesehatan hanya dalam hitungan kurang dari lima menit saja, khususnya untuk rasa nyeri. Misal nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, saraf terjepit, sakit tengkuk, rematik. Selain itu juga bisa menyembuhkan keluhan lainnya seperti asam urat, vertigo, asma, bronchitis, dan lainnya.

“Saat ini penyembuhan gratis ATS digelar oleh Tim Sukracarya tiap hari Rabu pukul 10.00 Wita di Lapangan Puputan Badung depan Pura Jagatnathamulai pukul 10 Wita. Dan setiap hari Minggu pukul 15.00 Wita di sisi selatan Lapangan Bajra Sandhi Renon,” ujar Bakti Wiyasa. 026


sumber : https://www.posbali.id/ats-dari-bali-menyebar-ke-jawa/

Jumat, 13 Mei 2016

TAPAK SESONTENGAN


TAPAK SESONTENGAN
NEW HEALING METHOD FROM BALI - INDONESIA

"Recently Sesontengan Tread 
 has been extracted from past ancestral knowledge 
 so that all human beings can heal themselves and help others.

 In the near future, 
awareness of knowledge of human consciousness  
will increase about the dangers of treatment at the expense of living organisms 
and chemicals

~ SG and JJ ~



Master Jack Jero (left) of Team Sukracarya while doing healing methods Sesontengan Tread in Puputan Badung, Denpasar, Bali, Indonesia.

Within the list of ancestral cultural heritage of ancient Bali, there is one method of healing called Sesontengan Tread. What is Sesontengan? Litteraly it means footprint or trail and sesontengan means utterance spoken with sincere and honest intentions. Communication is simple, the essence of the elements of life is based on Ultimate Source’s power.

Sesontengan Tread which in the past has lost its track a few hundred years ago, is now again presented to the public. The present Sesontengan Tread is more powerful than it used to be and easily mastered and deployed to assist the public health and healing.

The aspirant of the team Sukracarya is now on a mission to bring back this Sesontengan Tread so that it will benefit society at large. Thru the power and energy of the Ultimate Source the Sesontengan Tread was "caught" at Sukracarya thru channeling by Master Jack Jero currently in the mission of spreading this knowledge to all the people in Bali.

This method was introduced to the public starting in Tohpati, Denpasar. Jack Jero, assisted by the members of Team Sukracarya namely Dede Yasa, Bakti Wiyasa, Jro Gede Balian, Jro Mangku Ngurah, Batarayani Virginia, Aniza Zanto, Yummi Miu, John Strong, Teddy Hartono, Anna, Siddiq, Erik Ronald, and Bona.

Seeing the enthusiastic crowd at the time, and followed by free healing for people in Denpasar, Friday (22/4) at Puputan Badung,  and on Sunday (24/4) it was held and shared at Banjar Celuk, Buruan, Gianyar. Furthermore, Team Sukracarya continued  spreading Sesontengan Tread  in the city of Tabanan, Monday (25/4). Continued by request from Jakarta and Singaraja.

"Sentongen Tread has caught a lot of the attention by the local wisdom aspirant of ancient Bali," said Bakti Wiyasa, a member of Team Sukracarya. Bakti Wiyasa further explained, Sesontengan Tread is a subsistence track commucation of ancient Bali ancestors and is a very effective way to restore vitality of the entire body to restore it to good health. With this revival, the power of each of elements such as nerves, flesh, blood, bone, muscle, return to it’s healthy condition as it should be. The technique is done through gentle patting that vibrates by masesontengan (communication) which is essential on the body that is in pain becoming healthy and restoring it’s health by the grace of Ultimate Souce.

Aji Sesontengan Tread is a Balinese Healing Technique in the era of Bayu Premana. Bayu Premana an ancient Balinese culture with a healing wisdom and application using the power, vibration, and frequency without hurting other beings,  by healing yourself and others. Unlike the Premana Sato, healing by using animals (fish oil, eggs, etc.) and Taru Premana (leaves, roots, etc.). Also in contrast with Mirah Premana that uses a variety of mineral stones like gems, jade, a dagger, and place of worship with it’s five metal elements as a baseline.

"Sesontengan Tread is very effective and easily controlled by any person, without restrictions, without charms, without meditation, very simple and very useful to help family, friends and people in the neighborhood," said Bakti Wiyasa who is also a Balinese artist.

This method will quickly alleviate even resolve any health problems in a matter of less than five minutes, particularly for any kind of pain.  Health problems such as joint pain, back pain, dental pain, migraine, a pinched nerve, neck pain, rheumatism. In addition, it can also treat disorders such as gout, vertigo, asthma, bronchitis, and more.

At the beginning many do not believe in the healing power that can so rapidly, less than five minutes, heal just by tapping. The challenge, however, lies in the belief of this rapid healing power. "Apparently habits for healing and health recovery in a complicated method and may take a long time has been formed and developed in the community. Meeting again with the ancient Balinese healing which is so simple and instantaneous seems odd and some even believe that it is a hypnotic and pseudo science, "he said.

Because the people’s  response are quite enthusiastic, on Wednesday (27/4),  Sukracarya Team again held a free medical treatment at Puputan Badung. One patient, John, explained  that it was his first time trying this Sesontengan Tread treatment. He complained of pain on his shoulder, after a few minutes treated, admitted directly that he felt the change. "Just being tapped on my shoulder and I felt the pain was gone within minutes. I’m feeling better now", he said in the afternoon.

While the another patient, Putra, admitted he intentionally came to Puputan Badung to consult about his sore feet due to an accident five years ago. After he was treated by one of the Sukracarya Team, and five minutes later, he felt the changes were significant. "It felt much better compared to earlier. But there's still a little pain on my knee, I’m coming back again, "said the young man from Gianyar.

Documentation of training activities Aji Tread Sesontengan in Jakarta (7/04/16), Yogyakarta (04.08.16), Purbalingga (09.04.16). Soon to be held in Surabaya and in various other cities.










Source : BALI POS and Soulstar Indonesia - Bakti Wiyasa Documentation
Translated in English by Isti Rudiretno







Kamis, 12 Mei 2016

All Is Being Orchestrated

All Is Being Orchestrated
Sananda, St. Germain
5 May 2016

SANANDA


Ini adalah Sananda. Selalu indah bersama kalian semua dengan cara ini. Berbicara dengan begitu banyak yang bisa mendengar kata-kata ini dan beresonansi dengan kata-kata ini. Karena itu penting - apakah anda beresonansi atau tidak dengan kata-kata ini. Karena itu, penting bagi anda untuk selalu menggunakan penegasan anda dalam semua hal. Apakah sumber kami ini datang sekarang, atau apapun lainnya kami memutuskan untuk menggunakannya beberapa kali.
 
Karena kami menjangkau anda, kami memberikan pesan kepada anda untuk membantu dalam usaha anda, untuk membantu anda dalam kehidupan sehari-hari agar anda bergerak maju dalam proses Kenaikan anda. Itulah semuanya tentang proses Kenaikan ANDA. Dan segala sesuatu yang telah kami lakukan dan segala sesuatu yang telah anda lakukan sampai saat ini adalah untuk menjadikan puncak tersebut, kelanjutan dari semua yang telah datang sebelumnya. Dan anda sekarang, seperti yang saya katakan dan orang lain katakan, sekarang ini mencapai garis finish - anda berada di garis finish. Dan ada begitu banyak hal yang terjadi masih berada di latar belakang dan masih begitu banyak hal yang belum datang dan ada banyak yang belum bisa dibagikan. Tapi ada beberapa hal yang kami bisa melakukannya.

Itu sebabnya kami lakukan di sini, di hari ini. Kami memiliki catatan penuh, kami memiliki informasi yang berisi pesan dan ya bahkan itu adalah pengumuman. Dan kami telah menunggu dan bergerak menuju waktu tertentu untuk membawa ini keluar. Karenanya, seperti yang anda ketahui, gelombang ketiga sedang dalam perjalanan. Gelombang ketiga seharusnya lebih lengkap menghantam musim panas ini, di suatu tempat di bulan Juni adalah sekitar titik balik Matahari musim panas.

Hal ini seharusnya berujung. Tapi tentu saja energi sekarang sedang membangun. Dan anda memiliki dua gelombang pertama sebelumnya untuk hal ini. Bagi anda yang berada di gelombang pertama, dan yang saya katakan sekarang, anda berada di gelombang pertama. Anda adalah orang-orang yang bergerak pada getaran waktu itu pada bulan September 2015. Anda berada dalam gelombang yang membawa energi dan anda datang dengan energi-energi frekuensi yang meningkat pada waktu itu. Dan sekarang gelombang kedua datang pada bulan Maret dan gelombang datang melewati dan menyapu seluruh planet dan membawa anda, bagi anda yang merasakan gelombang pertama, ini lebih tinggi getarannya.

Kami mendengarkan cerita sekarang, kami mendengar beberapa testimoni sekarang, bahwa kalian semua yang mengalami getaran yang lebih tinggi bergerak ke dalam kondisi bahagia dan bukankah ini hal yang indah saat anda bergerak ke kondisi ini karenanya anda dapat mengalami frekuensi yang lebih tinggi, dan inilah pemahaman dimensi yang lebih tinggi. Dan ya itulah pemahaman, pemahaman yang datang kepada anda, anda semua mendengar cerita ini segera, dan anda tidak hanya akan mendengar cerita-cerita tetapi cerita-cerita kehidupan. Aku tahu aku menggunakan kata segera tapi tolonglah dimengerti bahwa di beberapa titik itu akan terjadi.

Pada titik tertentu anda akan mengalami semua hal yang telah kita bicarakan ini. Ini adalah proses penumpukan utama yang sedang terjadi. Itu semua adalah bagian dari proses Kenaikan, semua bagian dari orkestra besar yang terjadi tidak hanya dari kami, tidak hanya dari anda bagi anda, tetapi juga orang-orang dari Galaktik dan Inti Bumi, orang-orang dari makhluk langit yang lebih tinggi. Kita semua bekerja sama untuk membawa orkestra ini dan salah satu hal tentang hal itu maka pembicara berikutnya akan berbagi.

Dialah St Germain. Dia adalah orang yang berbicara tentang Pemerintahan Baru, dia adalah salah satu yang berbicara tentang pertukaran mata uang. Jadi aku akan melepaskannya sekarang untuk saudara kami yang terkasih, St Germain untuk memberikan penjelasan.

Damai dan cinta untuk anda semua

~~~~



ST. GERMAIN

Ini adalah St. Germain dan ya saudara kami tercinta, Sananda mengatakan akan ada banyak perubahan, sangat banyak perubahan yang akan datang. Banyak perubahan yang sedang terjadi sekarang. Anda berada dalam proses perombakan lengkap di dalam struktur pemerintahan anda. Banyak yanga telah terjadi pada balik layar, banyak dari anda telah melihat rumor atau mendengar rumor dan anda tahu apa yang saya bicarakan ketika saya membicarakan Republik, Republik Baru. Salah satu yang seharusnya dari awal dan itu berubah untuk memenuhi kebutuhan mereka yang akan memperbudak anda, yang akan membawa anda terus putus asa. Dan mereka melakukan ini untuk yang terbaik dari kemampuan mereka, tetapi bahkan untuk yang terbaik dari kemampuan mereka yang tidak dapat mengatasi semua kekuatan yang bekerja terhadap mereka.

Dan kekuatan-kekuatan ini dari Cahaya yang bergerak melawan mereka bahkan saat kami berbicara. Dan mereka tahu saat ini mereka telah kalah perang khusus ini. Mereka masih berjuang dalam pertempuran, mereka masih berperang karena mereka masih berpikir pada saat akhir mereka akan diselamatkan, dan mereka akan bergeser dari pengalaman ini di sini dan pindah ke nirwana mereka, surga mereka, apapun itu mereka menyebutnya. Mereka masih mengharapkan ini dan inilah mengapa mereka terus bertahan tetapi mereka tahu bahwa mereka adalah penyebab kehilangan, mereka sangat tahu hal ini. Dan mereka telah diberi banyak kesempatan untuk menyerahkan diri ke Cahaya, untuk mengubah, untuk beralih ke pemahaman yang lebih baru dalam Cahaya.


Jadi anda lihat, semua ini seperti sekarang anda memanggil musuh anda dan suatu hari nanti anda akan memanggil mereka adalah teman dan saudara. Hari-hari lain di masa lalu ini, di luar itu, sebelum ini, anda pernah memanggil mereka sebagai teman anda atau saudara anda atau adik anda.

Jadi ketahuilah bahwa semua hal ini terjadi sekarang, semua hal-hal merubah yang ditakdirkan. Mereka adalah bagian dari orkestra besar ini seperti yang Sananda katakan. Dan Republik baru ini bagi anda sekarang juga merupakan berkat-berkat yang telah begitu banyak terdengar tentang berbagai bursa mata uang. Bagi anda yang memiliki mata uang anda akan berada di atas kuda, yang sewaktu-waktu bertukar dan pindah tempat menuntut keseimbangan, bukan menuju tempat kekayaan secara instan, bukan juga ke tempat untuk menjadi jutawan instan, meskipun beberapa dari anda akan menjadi itu. Tapi itu bukanlah tujuan, tujuannya adalah untuk membawa keseimbangan.

Dan semua anda yang bekerja dalam hal ini untuk membawa keseimbangan yang terus maju dan sekarang anda sedang sangat dekat dengan hal itu. Rilis akan datang, dan merilis yang lama akan segera diumumkan dalam beberapa cara yang berbeda. Dan Republik anda yang berdiri sekarang - itu akan berlaku untuk sekarang - tetapi belum akan diumumkan kepada masyarakat umum di negara ini. Dan NESARA belum akan diumumkan, tetapi akan ada dan siap digelar. Dan ketika gulungan keluar, maka segala sesuatu dalam hidup anda akan berubah.

Anda akan memiliki pemahaman yang sama sekali berbeda dari kehidupan anda  dan anda akan bergerak keluar dari ilusi yang telah tercipta di sni dan anda telah menjadi bagian dalam menciptakan ilusi ini. Meskipun anda telah melakukannya pada tingkat yang lebih pada bawah sadar, anda telah menjadi bagian dari ini dan banyak dalam kehidupan masa lalu anda, banyak dari kehidupan masa lalu anda juga, anda telah menjadi bagian dalam menciptakan ilusi ini juga.

Karena itu membutuhkan waktu, dan kebutuhan itu masih sampai sekarang, tapi akan segera dirilis dan anda akan bergerak melalui penutup atau cadar yang akan turun sepenuhnya. Sekarang ini dibentangkan, dan banyak dari anda sekarang menemukan bahwa anda dapat melihat lebih banyak melewati tabir. Anda mendapatkan sekilas hal yang telah dibicarakan dalam berbagai cara.

Anda melihat langit dan sekarang anda melihat langit yang berbeda. Anda melihat Matahari dan sekarang anda melihat Matahari yang berbeda. Anda melihat bintang-bintang dan sekarang anda melihat ada yang bersinar pada bintang-bintang dan mengatakan, "mereka adalah ship" dan anda melihat hal-hal ini. Ini nyata. Anda merasakan perubahan suasana. Anda merasakan perubahan iklim, anda merasakan perubahan energi. Semua ini adalah bagian dari orkestrasi besar dan proses Kenaikan ini.

Jadi bersabarlah, hanya sedikit lebih lama, semua ini tentang pergeseran dan itu adalah perubahan besar yang akan datang. Akan ada beberapa perubahan kecil tapi merupakan bagian dari perubahan besar, yang salah satunya anda sebut "Event/Peristiwa". Ada peristiwa-peristiwa yang akan menyebabkan 'Peristiwa" ini menjadi besar dan itu akan berujung di suatu tempat sekitar waktu musim panas ini, musim panas 2016. Ini akan dibawa oleh gelombang ketiga yang akan memimpin berbagai acara dan 'peristiwa', seperti yang anda pahami bahwa denyutan galaksi yang akan menabrak Bumi. Semua ini akan tiba, semua ini adalah bagian dari ekspresi baru apa yang disebut Penjaga Dispensasi Baru 'setelah fajar'

Anda mendekati peristiwa 'setelah fajar' ini sekarang, jadi seperti yang saya katakan bersabarlah sedikit lebih lama. Saya akan merilis saluran ini sekarang untuk yang lain yang akan berbagi bagian lain dari ungkapan yang terjadi ini.

Semua perdamaian dan cintaku menyertai kalian semua.
Saya, St. Germain.



diterjemahkan oleh Birru Sadhu




Selasa, 10 Mei 2016

Pleiadian High Council of Seven

We are the Pleiadian High Council of Seven, you do have the ability to communicate telepathically, and you often do without realizing it. Communicating telepathically does not mean sending a thought from your consciousness to the consciousness of another. It is more about being on the same wavelength as someone else and not even needing thought in order to communicate.

You also have the ability to project yourself in more than one reality at a time. You often do this with your imagination. But because your physical bodies are only located in one particular reality, you do not understand that you have projected yourself energetically to wherever your imagination has taken you.

You also have the ability to see into the future. Now by ‘the future,’ we do not mean one future that exists for all beings that is unavoidable. We mean that you see a potential future that you are moving towards and you make course corrections. You do this all the time without acknowledging it.

You are capable of shifting your frequency with greater ease and precision than ever before, and again, you often do without realizing it. That is how you shift from one potential future to another. So it is time to start using these abilities consciously, because you are ready to begin knowing yourselves as more capable of communicating and of experiencing other realities and future probabilities.

And as you begin practicing consciously, then you will be able to tap in to other abilities like teleportation and telekinesis. The ones that involve more of your physical expression, and the physical expression of objects, are going to come at a later time for obvious reasons.

But what you have access to right now is fairly significant. And while one ability or power may seem more exciting than another, they are all equally valuable to you in navigating through your shift.

We are the Pleiadian High Council of Seven, and we are very fond of all of you. That is all.”

TAPAK SESONTENGAN

TAPAK SESONTENGAN
Metode Penyembuhan Bali Kuno
Sembuh dengan Ucapan dan Niat yang Tulus

"Tapak Sesontengan sekarang ini memang dikeluarkan lagi dari pengetahuan leluhur masa lalu agar semua manusia bisa menyembuhkan diri sendiri dan membantu orang lain. 
Karena di masa mendatang, pengetahuan kesadaran kian meluas ke dalam kesadaran manusia akan bahayanya pengobatan dengan mengorbankan makhluk hidup dan bahan-bahan kimia"
~SG & JJ~

Master Jack Jero (kiri) dari Tim Sukracarya saat melakukan penyembuhan dengan metode Tapak Sesontengan di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

DI daftar warisan budaya leluhur Bali kuno, ada salah satunya metode penyembuhan yang dinamakan Tapak Sesontengan. Apa itu Tapak Sesontengan? Secara harfi ah, tapak berarti jejak dan sesontengan berarti ucapan yang diucapkan dengan niat yang tulus dan jujur. Komunikasi sederhana, esensi pada elemen-elemen kehidupan ini atas kuasa Sanghyang Urip.

Aji Tapak Sesontengan yang pada masa lampau sempat terhapus jejaknya sekian ratus tahun, kini kembali hadir untuk masyarakat. Bahkan sedang hadir dengan taksu yang besar dan kuat sehingga mudah dikuasai dan disebar untuk membantu kesehatan dan kesembuhan masyarakat luas.

Adalah para penekun yang tergabung di Tim Sukracarya yang kini tengah dalam misi untuk pengembalian Tapak Sesontengan ini sehingga kembali berguna bagi masyarakat luas. Atas kuasa dan taksu Sanghyang Urip Aji Tapak Sesontengan kembali “tertangkap” taksunya di Sukracarya lewat pengantar Master Jack Jero yang saat ini dalam misi penyebaran ke seluruh masyarakat Bali.

Metode ini dibuka kepada masyarakat luas diawali kegiatan di Tohpati, Denpasar. Dalam penyebarannya, Jack Jero, dibantu para anggota Tim Sukracarya di antaranya Dede Yasa, Bakti Wiyasa, Jro Gede Balian, Jro Mangku Ngurah, Batarayani Virginia, Aniza Zanto, Yummi Miu, Budi Kukuh, Teddy Hartono, Anna, Siddiq, Erik Ronald, dan Bona.

Melihat antusias masyarakat kala itu, lalu diadakan penyembuhan gratis untuk masyarakat di Kota Denpasar, Jumat (22/4) lalu di Lapangan Puputan Badung. Kemudian Minggu (24/4) digelar lagi dan berbagi di Banjar Celuk, Buruan, Gianyar. Selanjutnya, Tim Sukracarya melanjutkan penyebaran Tapak Sesontengan ini di Kota Tabanan, Senin (25/4).  Bahkan saat ini sudah ada permintaan dari Jakarta dan Singaraja.

“Banyak mendapat perhatian dari para penekun wisdom lokal Bali Kuno,” kata Bakti Wiyasa, salah seorang anggota Tim Sukracarya. Bakti Wiyasa lebih jauh menerangkan, Tapak Sesontengan adalah jejak komukasi pangurip-urip leluhur Bali Kuno yang sangat efektif untuk mengembalikan eksisnya seluruh daya hidup elemen di tubuh menjadi sehat seperti semula. Dengan di-urip kembali, daya tiap elemen-elemen seperti saraf, daging, darah, tulang, otot, kembali eksis seperti semula. Tekniknya dilakukan lewat getaran tepukan lembut saat masesontengan (komunikasi ) yang esensial dengan tepukan pada bagian badan yang sedang sakit menjadi segera sehat seperti semula atas kuasa Sang Hyang Urip.

Aji Tapak Sesontengan adalah pengetahuan usada (metode peyembuhan) masa Bayu Premana. Bayu Premana sebuah budaya Bali kuno yang dalam pengetahuan dan aplikasi penyembuhannya mengunakan daya, vibrasi, dan frekuensi tanpa menyakiti mahluk lainnya dalam meyembuhkan diri sendiri dan orang lain. Berbeda dengan Sato Premana, yaitu penyembuhan dengan mengunakan binatang (minyak ikan, telor, dll) maupun Taru Premana (dedaunan, akar, dll). Berbeda juga dengan Mirah Premana yang menggunakan berbagai bebatuan mineral seperti permata, giok, keris, dan palinggih dengan panca datunya sebagai dasarnya.

“Aji Tapak Sesontengan ini sangat ektif dan mudah dikuasai setiap orang, tanpa pantangan, tanpa mantra , tanpa meditasi, sangat sederhana dan sangat berguna untuk membantu keluarga, teman dan masyarakat di lingkungan sekitar,” jelas Bakti Wiyasa yang juga seorang perupa ini.

Metode ini akan sangat cepat meringankan bahkan menuntaskan segala gangguan-gangguan kesehatan hanya dalam hitungan kurang dari lima menit saja, khususnya untuk rasa nyeri. Misal gangguan-gangguan kesehatan seperti nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, saraf terjepit, sakit tengkuk, rematik. Selain itu, juga bisa menyembuhkan keluhan-keluhan lainnya seperti asam urat, vertigo, asma, bronchitis, dan lainnya.

Awalnya banyak yang tidak percaya dengan daya kesembuhan yang demikian cepat kurang dari lima menit apalagi cuman terlihat hanya ditepuk-tepuk saja. Tantangannya justru ada pada kepercayaan dalam daya penyembuhan cepat. “Rupanya kebiasaan yang berkembang di masyarakat untuk proses penyembuhan dan pemulihan kesehatan dalam metode rumit dan makan waktu lama telah demikian terbentuk. Berjumpa lagi dengan penyembuhan Bali Kuno yang sederhana dan seketika sembuh menjadi terlihat aneh dan malah dikira hipnotis dan psudo sience,” tuturnya.

Karena respon masyarakat yang cukup antusias, Rabu (27/4), Tim Sukracarya kembali menggelar pengobatan gratis di Lapangan Puputan Badung. Salah seorang pasien, John, mengaku baru pertama kali mencoba pengobatan Tapak Sesontengan. Ia yang mengeluhkan sakit di bagian pundaknya, setelah beberapa menit diobati, mengaku langsung merasakan adanya perubahan. “Cuma ditepuk-tepuk begitu. Tapi, itu terasa perubahannya, tadinya sakit sekarang sudah hilang sakitnya. Sudah enakan rasanya,” ujarnya siang.

Sementara itu pasien lainnya, Putra, mengaku sengaja datang ke Lapangan Puputan Badung untuk mengonsultasikan tentang sakit kakinya akibat kecelakaan lima tahun lalu. Tak berselang lama salah seorang Tim Sukracarya langsung menangani. Secara rileks, bagian tubuhnya yang sakit ditepuk-tepuk. Berselang lima menit, ia pun merasakan perubahan yang signifi kan. “Sudah ringan sekali rasanya dibandingkan tadi. Tapi masih ada sakit di lutut, nanti saya ingin datang lagi,” ujar pemuda asal Gianyar itu. 

Dokumentasi kegiatan Pelatihan Aji Tapak Sesontengan di Jakarta (7/04/16), Yogyakarta (08/04/16), Purbalingga(09/04/16). Segera akan diadakan di Surabaya dan di berbagai kota lainnya. 

Salam Sonteng !





Sumber :  POSBALI
dan Dokumentasi Soulstar Indonesia dan Bakti Wiyasa