Jumat, 27 Mei 2016

ATS dari Bali Menyebar ke Jawa

ATS dari Bali Menyebar ke Jawa
27 Mei 2016 POS BALI
POS BALI/RAP

Tim Sukracarya saat melakukan penyembuhan gratis dengan metode ATS di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

DENPASAR, POS BALI – Metode penyembuhan Indonesia kuno, Aji Tapak Sesontengan (ATS), yang sempat terhapus jejaknya sekian ratus tahun kini kembali hadir untuk masyarakat. ATS kembali hadir untuk masyarakat Bali sejak 1,5 bulan lalu. Tak hanya disebarkan di Bali, bahkan kini ATS sudah disebarkan ke luar Bali khususnya di tanah Jawa oleh Tim Sukracarya yang dikoordinatori Master Jack Jero.

Selama satu minggu pengembarannya di tanah Jawa, 8-13 Mei 2016 lalu, Tim Sukracarya telah mengunjungi enam kota untuk menularkan ATS kepada masyarakat setempat. Tim saat ini dalam misi penyebaran ke seluruh masyarakat Nusantara. Enam kota di Jawa yang telah dijejaki yakni Jakarta,Yogyakarta, Purbalingga, Cirebon, Surabaya, dan Mojokerto. Tak hanya antusias mencoba pengobatan dengan metode ini, masyarakat juga tertarik menjadi praktisi ATS melalui inisiasi.

ATS pertama kali dibuka kepada masyarakat luas diawali kegiatan di Tohpati, Denpasar. Dalam penyebarannya, Jack Jero dibantu sejumlah Master dan praktisi Tim Sukracarya di antaranya Bakti Wiyasa, Dede Yasa, Jro Gede Balian, Jro Mangku Ngurah, Batarayani Virgiania, dll. Dari Denpasar selanjutnya menyebar ke Tabanan dan Gianyar. Lalu ke Pulau Jawa.

Master Jack Jero, mengatakan, hingga saat ini sudah ada 200 praktisi ATS yang dilahirkan melalui Tim Sukracarya. “Setelah sebulan diperkenalkan ke masyarakat luas saya dan Tim Sukracarya sudah melahirkan pengayah praktisi ATS hampir menyentuh angka 200, dan belasan master yang akan bahu-membahu dalam tugas penyebaran metode ‘sehat cepat tanpa obat’ ini,” katanya Rabu (24/5).

Beberapa orang Master/Kamituo yang berhasil dilahirkan selama penyebaran ATS di tanah Jawa diantaranya Isti Rudiretno, Birru Sadhu, Pedro Indharto, Dharma Gali Djawa, Poer Alltaf Ruzain, Teguh Purwanto, Pjm Orgonite Biotron, Akiong Budiman, dan Wawan Epu. “Para Kamituo akan membantu bagi yang ingin ikut berpartisipasi menjadi praktisi ATS melalui inisiasi. Begitu juga yang ingin mendapatkan pelayanan kesembuhan gratis, silahkan,” ujarnya.


Bakti Wiyasa, salah seorang anggota Tim Sukracarya, menjelaskan, Aji Tapak Sesontengan secara harfiah, aji berarti ilmu, tapak berarti jejak, dan sesontengan berarti ucapan dengan niat tulus dan jujur. ATS adalah jejak komukasi pangurip-urip leluhur Bali Kuno yang sangat efektif untuk mengembalikan eksisnya seluruh daya hidup elemen di tubuh menjadi sehat seperti semula. Dengan di-urip kembali, daya tiap elemenelemen seperti saraf, daging, darah, tulang, otot, kembali eksis seperti semula.

“Tekniknya dilakukan lewat getaran tepukan lembut saat masesontengan yang esensial dengan tepukan pada bagian badan yang sedang sakit menjadi segera sehat seperti semula atas kuasa Sang Hyang Urip,” jelasnya Bakti Wiyasa.

Ia menambahkan, ATS adalah pengetahuan metode peyembuhan masa Bayu Premana yang menggunakan daya, vibrasi, dan frekuensi tanpa menyakiti mahluk lainnya dalam meyembuhkan diri sendiri dan orang lain. Berbeda dengan Sato Premana yaitu penyembuhan dengan mengunakan binatang (minyak ikan, telor, dll) maupun Taru Premana dengan tumbuhan seperti dedaunan, akar, dll. Berbeda juga dengan Mirah Premana yang menggunakan berbagai bebatuan mineral seperti permata, giok, dan keris.

Dijelaskan Wiyasa, ATS sangat ektif dan mudah dikuasai setiap orang, tanpa pantangan, tanpa mantra, tanpa meditasi, sangat sederhana. Metode ini akan sangat cepat meringankan bahkan menuntaskan gangguan-gangguan kesehatan hanya dalam hitungan kurang dari lima menit saja, khususnya untuk rasa nyeri. Misal nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, saraf terjepit, sakit tengkuk, rematik. Selain itu juga bisa menyembuhkan keluhan lainnya seperti asam urat, vertigo, asma, bronchitis, dan lainnya.

“Saat ini penyembuhan gratis ATS digelar oleh Tim Sukracarya tiap hari Rabu pukul 10.00 Wita di Lapangan Puputan Badung depan Pura Jagatnathamulai pukul 10 Wita. Dan setiap hari Minggu pukul 15.00 Wita di sisi selatan Lapangan Bajra Sandhi Renon,” ujar Bakti Wiyasa. 026


sumber : https://www.posbali.id/ats-dari-bali-menyebar-ke-jawa/